KERAJINAN TENUN DESA WIDODAREN

7

Selasa, 10 Januari 2017 terdapat beberapa pengrajin tenun di salah satu kediaman penduduk Desa Widodaren. Tenun yang merupakan hasil kerajinan tangan penduduk asli Desa Widodaren iniĀ  biasa digunakan untuk sarung. Hasil dari kerajinan tersebut kemudian akan didistribusikan ke konsumen langsung dalam skala besar maupun kecil sesuai permintaan.

Usaha tersebut mempekerjakan kurang lebih 20 pengrajin yang sehari-harinya bekerja di samping rumah penduduk sebagai tempat mereka menenun. Secara rutin, mereka bekerja dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB. Masing-masing dari pengrajin tenun tersebut dapat menyelesaikan satu potong kain dalam sehari.

Produksi tenun di Desa Widodaren masih menggunakan alat pemintal tradisional yang dirakit dari kerangka ban sepeda dan susunan kayu yang telah dimodifikasi. Dengan alat yang masih terbilang konvensional, mereka dapat menghasilkan produk kain yang tenun dengan kualitas terbaik dan variasi corak yang beraneka ragam khas Pemalang.

Dalam satu minggu usaha tersebut dapat menghasilkan 20-30 potong kain tenun bahkan lebih, dengan rincian ukuran panjang 4 meter dan lebar 0,6 meter dan dibandrol dengan kisaran harga Rp 200.000,00 per potong.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *